Liputansumbawa.id–Perwakilan keluarga mendiang Kades terpilih Desa Ranan, Yonsyah, dan Kades terpilih Desa Sepukur, M. Dahlan alias Haji Oma, mendatangi Polres Sumbawa, Senin (12/10/2026).
Kedatangan mereka diterima Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Sumbawa, AIPDA Zohri, bersama jajaran.
Perwakilan keluarga Haji Oma, Yossy Larian, mengatakan keluarga masih mempertanyakan penyebab dan kronologi kematian almarhum. Ia meminta kepolisian mengusut perkara tersebut secara transparan, termasuk memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dan menguji barang bukti di laboratorium.
Menurutnya, terdapat perbedaan keterangan terkait jumlah orang yang berada di TKP. Keluarga juga meminta kepastian mengenai informasi medis yang menyebut almarhum mengalami keracunan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Sumbawa. Kami berharap semua saksi diperiksa dan barang bukti diuji di laboratorium agar penyebab kematian almarhum terungkap secara jelas,” ujar Yossy.
Ia menegaskan, keluarga tidak ingin berspekulasi dan berharap penyelidikan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang hingga kini belum terungkap.
Hal senada disampaikan perwakilan keluarga Yonsyah, Jahmad. Ia menyatakan masyarakat Ranan turut berduka sekaligus berharap kepolisian menangani kematian kedua kades terpilih tersebut secara serius.
“Kami mewakili masyarakat Ranan dan Sepukur menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Polres Sumbawa. Kami berharap semuanya bisa diungkap dengan jelas,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Pidum Satreskrim Polres Sumbawa, AIPTU Zohri, meminta keluarga menyampaikan pengaduan secara tertulis sebagai dasar bagi pihaknya untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut.
“Keluarga silakan membuat laporan tertulis supaya ada dasar bagi kami melakukan penyelidikan, memanggil saksi, serta melakukan uji laboratorium terhadap apa yang dikonsumsi almarhum kedua korban,” jelas Zohri.
Ia memastikan proses penanganan akan dilakukan secara transparan. Perkembangan perkara, katanya, akan disampaikan secara resmi melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
Keluarga berharap penyelidikan tersebut dapat mengungkap penyebab kematian kedua kades terpilih berdasarkan fakta dan bukti ilmiah, sehingga memberikan kepastian hukum bagi keluarga serta masyarakat.
Informasi yang dihimpun media ini diketahui bahwa sehari sebelumnya Haji Oma sempat hilang kontak dengan keluarga di Desa Sepukur. Keluarga dan sejumlah kerabat dekatnya sempat melakukan pencarian.
Singkatnya mendiang Haji Oma ditemukan di kediamannya di komplek Bale Balong, Sumbawa Besar, dalam keadaan sudah tidak sehat. Akhirnya seorang kerabat segera melarikan ke RSMA untuk mendapat penanganan medis serius.
Setelah diperiksa oleh petugas medis, mendiang diberikan alat bantu pernafasan. Namun kondisi tidak kunjung membaik.
Petugas medis telah berkali-kali melakukan tindakan bantuan dengan alat pacu jantung namun tidak terselamatkan.
Penuturan sumber media ini menyebutkan, mendiang Haji Oma sempat mengeluarkan busa dari mulutnya. Bahkan mengeluarkan darah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Hasil medis menyebutkan diduga ia mengalami keracunan akibat miras oplosan.
Sebelumnya, para kerabat dekat sempat menelusuri lokasi tempat terakhir mendiang kedua Kades berada.
Hasil penelusuran tersebut diketahui keduanya sempat bersama beberapa orang lain di sebuah kos-kosan di sekitar simpang bangkong Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas.
Di kos-kosan tersebut keduanya bersama beberapa orang lainnya (para saksi) sempat meminum minuman keras. (Tim)


























































































