Single News

IPM Sumbawa Naik Jadi 73,27 pada 2025, Kualitas Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan

Liputansumbawa.id – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa meningkat dari 72,36 pada 2024 menjadi 73,27 pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut naik 0,91 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menggambarkan perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa, yang diukur melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Meski demikian, sejumlah indikator masih perlu menjadi perhatian untuk memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam infografik Potret IPM Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 yang dipublikasikan melalui PPID Kabupaten Sumbawa, terdapat empat indikator utama yang menggambarkan dimensi pembangunan manusia.

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup tercatat sebesar 73,07 tahun. Indikator ini menggambarkan perkiraan rata-rata lama hidup bayi yang baru lahir berdasarkan pola angka kematian pada saat penghitungan.

Sementara pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat 13,35 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 8,88 tahun.

Kedua indikator tersebut memiliki makna berbeda. HLS menggambarkan lamanya pendidikan yang diharapkan dapat ditempuh anak pada masa mendatang, sedangkan RLS menunjukkan rata-rata lama pendidikan formal yang telah ditempuh penduduk dalam kelompok umur yang digunakan BPS.

Angka RLS yang masih di bawah sembilan tahun menjadi salah satu gambaran capaian pendidikan penduduk yang perlu diperhatikan. Pemerataan akses pendidikan, pencegahan anak putus sekolah, dan peningkatan keberlanjutan pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pada dimensi standar hidup layak, rata-rata pengeluaran per kapita tercatat sebesar Rp10,72 juta. Angka ini merupakan indikator pengeluaran yang digunakan dalam penghitungan IPM, bukan gambaran bahwa setiap warga memiliki pendapatan atau uang tunai sebesar nilai tersebut.

Indikator ini dapat menjadi salah satu bahan untuk melihat kondisi standar hidup masyarakat dan mengevaluasi kebijakan yang berkaitan dengan penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan.

IPM Sumbawa Masih di Bawah Provinsi NTB

Meski meningkat, IPM Kabupaten Sumbawa pada 2025 masih berada di bawah capaian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data yang tercantum dalam bahan publikasi, IPM Provinsi NTB naik dari 73,10 pada 2024 menjadi 73,97 pada 2025. Perbandingan ini menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kenaikan IPM tidak serta-merta berarti seluruh persoalan pembangunan manusia telah teratasi. Perkembangan indeks tersebut dipengaruhi berbagai faktor dan tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu program atau kebijakan dalam satu tahun.

Karena itu, evaluasi perlu dilakukan dengan melihat perubahan pada setiap indikator, kebutuhan masyarakat, serta efektivitas program yang telah dijalankan.

Data IPM dapat menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyusun perencanaan pembangunan lintas sektor. Pada saat yang sama, publikasi data secara terbuka memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memahami capaian pembangunan, melihat persoalan yang masih perlu ditangani, dan memberikan masukan terhadap kebijakan daerah.

Ke depan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemerataan akses pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat tetap menjadi aspek penting dalam mendorong pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa menuju daerah yang unggul, maju, dan sejahtera. (LS)