LiputanSumbawa.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang difokuskan pada lokasi khusus (lokus) stunting. Berdasarkan data Aksi Bangda 2026, tren kasus stunting di Kabupaten Sumbawa menunjukkan penurunan yang positif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, saat membuka Rapat Pra Aksi #1 Stunting di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (15/6/2026).
“Berdasarkan data Aksi Bangda 2026, telah terjadi tren penurunan kasus pada lokus stunting di Kabupaten Sumbawa. Bahkan ada beberapa kecamatan yang pada tahun 2027 mendatang sudah tidak lagi masuk dalam kategori lokus stunting,” ungkapnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si.A.Pt., M.Si., bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam program percepatan penurunan stunting.
Menurut Rusmayadi, berbagai intervensi telah dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Di antaranya pembangunan jamban dan sanitasi air bersih oleh Dinas PUPR, edukasi masyarakat oleh DP2KBP3A, serta pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan.
“Intervensi-intervensi ini dilakukan dalam rangka mencapai target penurunan angka stunting sebesar 21 persen pada tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu OPD atau satu pihak semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, Rusmayadi berharap seluruh OPD yang memiliki keterkaitan dengan penanganan stunting dapat menyusun program dan kegiatan berdasarkan lokus yang telah ditetapkan, sehingga arah kebijakan dan sasaran intervensi menjadi lebih efektif serta tepat sasaran.
“Stunting merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat agar target penurunan stunting dapat tercapai sesuai yang direncanakan,” tegasnya.
Melalui pendekatan berbasis lokus dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Editorial)



























































































