Liputansumbawa.id–Forum Kajian Kamanang Tana Samawa (KTS) bersama Universitas Samawa menggelar diskusi publik bertema sejarah dan identitas daerah, Kamis malam, 14 Mei 2026, di Dapoer Kanza Pamanto Daeng.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional asal Kabupaten Sumbawa, akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintah kelurahan untuk membahas dan menelusuri kembali sejarah asli lahirnya Tanah Samawa yang dinilai selama ini masih jauh dari fakta historis yang sebenarnya.
Turut hadir dalam forum tersebut antara lain Waka III DPRD Kab Sumbawa–Zulfikar Dimitry, Ustad Suryo (Budayawan ), M. Yamin, SE, Julmansyah dari Kementerian Kehutanan, Prof. Syaifuddin Iskandar selaku Rektor Universitas Samawa, Ketua Komunitas KTS Mallarangang Syarifuddin beserta anggota, Lurah Pekat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan Sumbawa.
Malam itu, berbagai gagasan, pandangan sejarah, hingga narasi besar tentang identitas Tanah Samawa mengemuka dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat intelektual.
Dari forum tersebut juga disepakati pembentukan Tim Kajian Kamanang Tana Samawa yang berada langsung di bawah naungan Universitas Samawa. Tim ini dipimpin oleh M. Yamin, SE, dengan tugas utama melakukan kajian sejarah secara mendalam untuk mencari dan merumuskan hari lahir Kabupaten Sumbawa yang dinilai lebih sesuai dengan sejarah asli Tanah Samawa.
Meski banyak ide dan pendapat yang saling beradu dalam forum tersebut, seluruh peserta memiliki semangat yang sama, yakni mencari kebenaran sejarah yang selama ini dirindukan masyarakat Sumbawa. (LS)



























































































