Liputansumbawa.id—Beroperasinya proyek pertambangan Blok Elang Dodo-Rinti di Kabupaten Sumbawa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., saat ditemui awak media usai kegiatan konsultasi publik AMDAL PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di La Grande, Sumbawa, Senin (22/9/2026).
Zulfikar menilai kehadiran Blok Elang dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Potensi ekonomi yang muncul dari aktivitas pertambangan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya menekan angka kemiskinan daerah.
Ia menyebut, angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa yang saat ini berada di kisaran 11 persen perlu ditekan hingga sekitar 5 persen melalui berbagai intervensi pembangunan dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan beroperasinya Blok Elang ini, mudah-mudahan bisa menjadi jawaban untuk menekan angka kemiskinan Kabupaten Sumbawa, dari sekitar 11 persen menjadi 5 persen,” ungkap Zulfikar.
Salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian adalah masih adanya sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa yang relatif terisolasi akibat keterbatasan akses dan infrastruktur.
Karena itu, ia menekankan kehadiran investasi berskala besar tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi turut mendorong peningkatan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Daerah-daerah yang selama ini terisolasi dan memiliki fasilitas infrastruktur yang kurang bagus, dengan hadirnya Blok Elang ini kita harapkan bisa ikut diperbaiki,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Zulfikar juga meminta agar perusahaan memberikan perhatian terhadap keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, aktivitas ekonomi yang muncul akibat investasi harus mampu membuka ruang bagi pelaku usaha lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil manfaat dari berkembangnya aktivitas ekonomi di daerah.
“Selain infrastruktur, kita juga meminta perusahaan memperhatikan UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.
Ia menekankan, keberadaan Blok Elang Dodo-Rinti pada akhirnya harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Terlebih, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
“Dengan beroperasinya Dodo-Rinti atau Blok Elang ini, bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa, khususnya wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolasi,” pungkas Zulfikar.
Dengan demikian, DPRD berharap investasi Blok Elang dapat berjalan beriringan dengan agenda pemerataan pembangunan, peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, serta pembukaan ruang yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi di Kabupaten Sumbawa. (Dn)


























































































