Liputansumbawa.id–Jembatan penghubung Dusun Kelawis dan Dusun Pelitamasa, Desa Kelawis, Kecamatan Orong Telu, terancam menghambat mobilitas warga saat musim penghujan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat meninjau lokasi, Kamis (24/9/2026).
Ketua BPD Kelawis, Yusri Sumandi, menyampaikan langsung kondisi jembatan kepada Wabup. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan karena jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat.
Menurut Yusri, kondisi akses semakin sulit ketika hujan turun. Debit air meningkat dan jalan di sekitar jembatan juga sulit dilalui. Kondisi itu tidak hanya berdampak bagi warga Dusun Kelawis dan Pelitamasa, tetapi juga masyarakat Desa Mungkin yang menggunakan akses tersebut.
“Harapan saya kepada pemerintah daerah, mohon ditangani segera. Kalau sudah musim hujan, akses jembatan penghubung antara Dusun Kelawis dan Dusun Pelitamasa sangat sulit kita lalui. Masyarakat Desa Mungkin juga ikut merasakan,” ujar Yusri.
Selain penanganan jembatan, Yusri meminta pemerintah mempertimbangkan pembukaan jalan alternatif sementara dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat.
“Untuk jalan alternatif tadi sudah saya sampaikan ke Wabup, kita pinjam tanah orang. Intinya biar ada jalan alternatif. Kalau sudah musim hujan sulit untuk kita lalui, banjirnya cukup besar dan keadaan jalan jadi tebing,” katanya.
Menanggapi persoalan tersebut, Wabup langsung meminta dinas terkait menghitung kebutuhan anggaran penanganan jembatan.
Dalam pembahasan di lokasi, sempat muncul angka Rp150 juta untuk penanganan. Namun, dinas terkait menyampaikan anggaran tersebut belum mencukupi. Kebutuhan penanganan jembatan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
Wabup menegaskan kondisi jembatan perlu segera ditangani. Pemerintah daerah akan mencari ruang penganggaran agar persoalan akses masyarakat tersebut tidak berlarut.
“Kalau tidak bisa masuk dalam APBD Perubahan, akan kita perjuangkan di APBD murni tahun 2027,” ujar Ansori.
Sembari menunggu penanganan permanen, usulan pembukaan jalan alternatif menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan agar akses warga tetap terbuka, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Peninjauan langsung tersebut menjadi tindak lanjut atas keluhan masyarakat sekaligus membuka pembahasan konkret mengenai kebutuhan anggaran untuk memperbaiki akses penghubung antardusun tersebut. (Dn)


























































































