Liputansumbawa.id–Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB membekukan sementara perolehan medali cabang olahraga taekwondo pada ajang Porprov XII NTB 2026 menuai respons positif dari masyarakat. Di media sosial, banyak warganet menilai langkah tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga sportivitas dan kredibilitas penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Nusa Tenggara Barat.
Kebijakan pembekuan medali diambil menyusul munculnya polemik terkait pelaksanaan pertandingan taekwondo yang memunculkan berbagai protes dari sejumlah kontingen. KONI NTB memilih menunda pengesahan hasil pertandingan hingga proses evaluasi dan penyelesaian persoalan dilakukan secara menyeluruh.
Sejumlah warganet menilai keputusan tersebut merupakan langkah tepat karena menunjukkan bahwa KONI NTB tidak terburu-buru menetapkan hasil yang masih dipersoalkan. Mereka berharap setiap keberatan dapat diselesaikan secara objektif berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.
Di berbagai platform media sosial, banyak komentar yang mendukung sikap tegas KONI NTB. Menurut mereka, kepastian hukum dalam pertandingan olahraga jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar cepatnya penetapan perolehan medali.
Langkah tersebut juga dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan atlet, pelatih, dan masyarakat terhadap integritas Porprov XII NTB. Warganet berharap seluruh proses penyelesaian dilakukan secara transparan sehingga keputusan akhir dapat diterima semua pihak.
KONI NTB sendiri menegaskan bahwa pembekuan medali bersifat sementara. Penetapan hasil resmi akan dilakukan setelah seluruh tahapan klarifikasi, pemeriksaan, dan evaluasi terhadap persoalan yang muncul selesai dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi.
Dengan keputusan itu, KONI NTB diharapkan mampu memastikan seluruh atlet memperoleh keadilan, sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas yang menjadi ruh dalam setiap penyelenggaraan ajang olahraga daerah. (Mk)


























































































