Single News

Udara Dingin Selimuti NTB, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Terus Menurun

Liputansumbawa.id – Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini ternyata dipengaruhi oleh masuknya angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah selatan Indonesia.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa pola pergerakan angin di wilayah NTB saat ini telah memasuki fase monsun Australia. Angin tersebut bergerak dari Benua Australia yang memiliki tekanan udara tinggi menuju Benua Asia yang bertekanan rendah. Kondisi ini menyebabkan udara kering mendominasi dan membuat suhu udara terasa lebih dingin pada malam hari.

“Pola pergerakan angin di wilayah NTB telah memasuki fase monsun Australia, yang membawa massa udara bersifat kering. Kondisi inilah yang turut mendukung terciptanya cuaca dingin yang saat ini dirasakan masyarakat,” ujar Satria Topan Primadi dalam keterangan tertulisnya di Mataram, seperti dilansir Antara, Minggu (31/5/2026).

Selain pengaruh monsun Australia, minimnya tutupan awan pada siang hingga sore hari juga menjadi faktor yang memperkuat penurunan suhu. Saat langit relatif cerah, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari melalui proses radiasi balik. Akibatnya, suhu udara di permukaan turun lebih cepat dan terasa lebih dingin menjelang dini hari hingga pagi.

Satria juga menjelaskan bahwa rendahnya kelembapan udara turut berperan dalam fenomena tersebut. Udara yang kering membuat panas tidak dapat tersimpan lama setelah matahari terbenam, sehingga udara dingin dari lapisan atmosfer atas lebih mudah turun ke permukaan bumi. Kondisi seperti ini merupakan ciri khas musim kemarau yang terjadi setiap tahun di NTB.

Data BMKG menunjukkan, pada 30 Mei 2026 suhu rata-rata di NTB berada di kisaran 21 derajat Celsius. Namun, suhu di kawasan lereng Gunung Rinjani dan Gunung Tambora tercatat mencapai sekitar 14 derajat Celsius, bahkan di wilayah puncaknya dapat menyentuh angka 8 derajat Celsius. Sementara itu, suhu minimum yang terpantau di sekitar Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sempat mencapai 17,5 derajat Celsius, lebih rendah dibandingkan rata-rata suhu minimum pada periode yang sama tahun lalu yang berkisar 22–23 derajat Celsius.

BMKG memperkirakan suhu udara di NTB pada 31 Mei 2026 berada pada rentang 18 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara berkisar 50–98 persen dan kecepatan angin mencapai 20 kilometer per jam. Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh, menggunakan pakaian yang sesuai, serta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG selama periode cuaca dingin berlangsung.

c/Metrotv-Antara