Single News

Sejak 2009, SDN Kelawis Menanti Rehabilitasi

Liputansumbawa.id–Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Sumbawa masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius.

Salah satunya terlihat di SD Negeri Kelawis, Kecamatan Orong Telu, yang hingga kini belum pernah mendapatkan rehabilitasi sejak bangunan tersebut dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2009.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan pada bagian plafon, lantai, dinding, hingga atap bangunan. Sebagian bangunan bahkan masih menggunakan dinding setengah tembok yang dipadukan dengan papan kayu, sementara lantainya masih berupa semen dan atap menggunakan seng biasa.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Tokoh masyarakat sekaligus wali murid SDN Kelawis, Darudin, saat di wawancarai media ini pada Sabtu (27/6/26), mengungkapkan bahwa kondisi sekolah tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, masyarakat bersama pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan usulan rehabilitasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, namun hingga kini belum juga terealisasi.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan langsung kepada Dinas Pendidikan agar sekolah ini mendapat perhatian. Bahkan setiap tahun usulan rehabilitasi terus diajukan. Kami berharap pemerintah segera merealisasikannya karena kondisi bangunan sudah sangat memprihatinkan. Kasihan anak-anak belajar dalam keadaan seperti ini,” ujar Darudin.

Darudin berharap pemerintah daerah dapat menjadikan perbaikan SDN Kelawis sebagai salah satu prioritas, mengingat pendidikan merupakan hak dasar yang harus didukung dengan fasilitas yang layak.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kelawis, Ewi Rustina, membenarkan bahwa kondisi bangunan sekolah saat ini memang membutuhkan rehabilitasi. Ia menjelaskan bangunan yang dibangun pada tahun 2009 tersebut hingga kini belum pernah mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.

“Bangunan ini terakhir dibangun menggunakan dana DAK tahun 2009. Sebagian dindingnya masih setengah tembok dan papan, lantainya masih semen, sedangkan atapnya menggunakan seng biasa. Karena belum pernah direhabilitasi, banyak bagian yang mengalami kerusakan seperti plafon, lantai, dan dinding,” jelasnya.

Ewi Rustina menambahkan, sejak dirinya bertugas sebagai kepala sekolah pada tahun 2021, pihak sekolah terus mengupayakan rehabilitasi dengan menyampaikan usulan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa.

Bahkan, menurutnya, kepala dinas sebelumnya pernah meninjau langsung kondisi sekolah, begitu pula kepala dinas yang saat ini sempat melihat keadaan sekolah ketika melakukan kunjungan kerja bersama Bupati Sumbawa ke Desa Kelawis.

“Kami bersama Korwil terus mengusulkan rehabilitasi. Kondisi fisik bangunan juga sudah kami input ke dalam Dapodik sebagai dasar usulan perbaikan. Harapan kami semoga pemerintah segera memberikan perhatian agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa SDN Kelawis memiliki dua gedung. Salah satu gedung memang sudah berdinding permanen dan berlantai keramik, namun kondisinya juga mulai mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah cukup lama tanpa adanya rehabilitasi.

Masyarakat dan pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan segera merealisasikan rehabilitasi SDN Kelawis.

Perbaikan tersebut dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah pelosok Kabupaten Sumbawa. (Dn)