Single News

Bupati Jarot: Pacu Kuda Tradisional Bukan Sekadar Lomba, Tapi Identitas Budaya Sumbawa

Liputansumbawa.id – Gemuruh derap kaki kuda kembali menjadi bagian dari denyut kehidupan budaya masyarakat Sumbawa. Melalui Bupati Sumbawa Cup 2026, tradisi pacu kuda kembali digelar bukan hanya sebagai ajang adu kecepatan, tetapi juga sebagai upaya merawat identitas dan warisan budaya yang telah hidup lintas generasi.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarifuddin Jarot, mengatakan pacu kuda tradisional memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kompetisi. Tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya sekaligus ciri khas masyarakat Kabupaten Sumbawa yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.

“Pacu Kuda Tradisional bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari kekayaan budaya dan ciri khas masyarakat Kabupaten Sumbawa yang telah diwariskan lintas generasi,” ujar Jarot, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, salah satu kekuatan yang membuat pacu kuda Sumbawa memiliki karakter tersendiri adalah keberadaan kuda Sumbawa. Meski memiliki postur yang relatif kecil, kuda lokal tersebut dikenal memiliki kemampuan berlari yang baik dan mampu bersaing dengan kuda lainnya.

“Kuda Sumbawa, meskipun memiliki postur yang relatif kecil, memiliki kemampuan berlari yang baik dan tidak kalah dengan kuda-kuda lainnya,” katanya.

Karena itu, penyelenggaraan Bupati Sumbawa Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga dan hiburan semata. Event tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah.

Di sisi lain, Bupati Jarot melihat pacu kuda memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Ramainya event membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk, sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Tak hanya itu, gelaran pacu kuda juga dinilai mampu menjadi magnet wisata. Kehadiran wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, dapat membuka kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan Sumbawa beserta kekayaan budaya dan tradisinya ke dunia.

“Melalui Bupati Sumbawa Cup 2026, kita terus merawat tradisi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Sumbawa. Event ini juga menjadi ruang untuk menggerakkan UMKM lokal, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, serta memperkenalkan Sumbawa kepada dunia,” ungkap Jarot.

Untuk memastikan tradisi tersebut terus berkembang secara positif, Bupati mengajak seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat yang menyaksikan pacu kuda agar bersama-sama menjaga keselamatan, menjunjung sportivitas, dan menciptakan suasana yang kondusif.

“Mari kita sukseskan bersama dengan semangat jaga keselamatan, jaga sportivitas, dan jaga kondusivitas, agar tradisi pacu kuda terus hidup dan menjadi kebanggaan Sumbawa,” pungkasnya.

Bagi Sumbawa, pacu kuda bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Di balik derap kuda dan riuh penonton, ada tradisi, identitas, ekonomi masyarakat, serta cerita tentang Sumbawa yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (Editorial)