Liputansumbawa.id—Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyambut baik rencana pengembangan pertambangan tembaga dan emas Blok Elang oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Hal tersebut disampaikan Abdul Rafiq saat ditemui awak media usai kegiatan Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas Blok Elang serta Fasilitas Pendukungnya, yang berlangsung di La Grande, Sumbawa Besar, Selasa (22/9/2026).
Menurut Abdul Rafiq, rencana pengembangan Blok Elang yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat tersebut memiliki potensi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, nilai investasi pada masa konstruksi diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun.
“Harapan kita bersama, dengan beroperasinya Blok Elang ke depan, pertumbuhan ekonomi Sumbawa semakin meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, UMKM dan pengusaha lokal semakin berkembang, serta kesejahteraan masyarakat dapat kita tingkatkan,” ujar Abdul Rafiq.
Ia menilai investasi dengan skala sebesar itu dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi tantangan.
Menurutnya, aktivitas investasi tidak hanya berkaitan dengan perusahaan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek ekonomi bagi masyarakat melalui lapangan pekerjaan, usaha lokal, hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup sulit, investasi seperti ini tentu sangat kita harapkan. Selain mendorong aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja, kita juga berharap ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Meski demikian, Abdul Rafiq menegaskan bahwa investasi dan kepentingan masyarakat tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan.
Ia mendorong agar pengembangan Blok Elang tetap dibarengi komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menilai konsultasi publik menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai rencana pengembangan Blok Elang.
“Kita ingin investasi ini berjalan dengan baik. Tentu, aspirasi masyarakat perlu didengar, aspek lingkungan harus diperhatikan, dan kesempatan bagi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal perlu terus dibuka. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita berharap berbagai hal dapat dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Rafiq berharap masyarakat Sumbawa dapat melihat rencana pengembangan Blok Elang sebagai salah satu peluang pembangunan jangka panjang.
Namun, ia menekankan pentingnya seluruh proses tetap dikawal agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat daerah.
“Ini adalah harapan dan peluang besar bagi Sumbawa. Dengan rencana investasi sekitar Rp80 triliun pada masa konstruksi, tentu banyak manfaat ekonomi yang kita harapkan. Mari kita jaga bersama, kita kawal dengan semangat kebersamaan, agar kehadiran Blok Elang nantinya menjadi bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Sumbawa yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkasnya. (Dn)


























































































