Liputansumbawa.id — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui rapat dan perencanaan. Pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi masyarakat, dan memastikan intervensi dilakukan berdasarkan data.
Hal itu disampaikan Wabup Ansori saat meninjau pemeriksaan dan tata laksana stunting di Puskesmas Moyo Utara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat pencegahan dan penanganan stunting secara langsung di masyarakat.
Kegiatan dihadiri perwakilan OPD, Sekretaris Dinas Kesehatan beserta jajaran, Camat Moyo Utara, Kepala UPT Puskesmas Moyo Utara dan jajaran, para dokter serta dokter spesialis termasuk dokter spesialis anak, perwakilan bidang keluarga berencana, kepala desa, tokoh masyarakat, unsur perguruan tinggi, serta pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis yang turun langsung dalam pemeriksaan dan tata laksana stunting.
“Kami mengapresiasi para dokter yang hari ini bisa hadir. Terutama dokter spesialis yang turun langsung untuk menangani stunting. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Drs. H. Mohamad Ansori.
Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara terukur dengan terlebih dahulu melihat data dan menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih dahulu.
“Langsung eksekusi, langsung turun ke lapangan. Kita data, kita lihat kecamatan mana yang harus didahulukan, kemudian kita lakukan penanganan bersama-sama,” tegasnya.
Wabup menyebut Kecamatan Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya penanganan stunting. Ia mengajak pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat untuk terlibat dalam upaya tersebut.
Semangat gotong royong, kata dia, menjadi bagian penting agar penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih maksimal.
“Ini kita tangani bersama-sama, gotong royong, dikeroyok. Dengan begitu, stunting bisa kita turunkan secara signifikan dan pada akhirnya anak-anak generasi penerus Sumbawa dapat terbebas dari stunting,” katanya.
Selain penanganan medis, Wabup juga menyoroti pentingnya edukasi dan perubahan pola hidup masyarakat. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi dan asupan makanan, tetapi juga pengetahuan serta pola hidup keluarga.
Karena itu, edukasi pencegahan stunting perlu dilakukan sejak sebelum pernikahan, kepada ibu hamil, keluarga, hingga masyarakat melalui kegiatan Posyandu.
“Kita harus terus memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil maupun sebelum pernikahan. Mulai dari Posyandu, pola hidup juga harus selalu disampaikan,” jelasnya.
Wabup juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan dan pencegahan stunting dapat disampaikan melalui berbagai ruang sosial dan keagamaan.
“Kita juga bisa bekerja sama dengan para ustaz untuk memberikan penerangan terkait stunting kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan Posyandu,” ujarnya.
Dari sisi dukungan program, Wabup meminta persoalan anggaran tidak menjadi alasan terhambatnya penanganan stunting. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap program tersebut.
“Untuk stunting jangan pikirkan anggaran. Programkan dan laksanakan. Pemerintah daerah akan terus menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting,” katanya.
Ia berharap pemeriksaan dan tata laksana stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar kecamatan lain yang membutuhkan intervensi. Dengan begitu, upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh di Kabupaten Sumbawa.
“Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin stunting bisa kita turunkan secara signifikan. Harapannya, generasi penerus Sumbawa menjadi generasi yang sehat dan menjadi generasi emas menuju 2045,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, tenaga kesehatan, dokter spesialis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, serta pihak lainnya yang telah berkontribusi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat sekaligus mendukung terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
C/Fb: Kominfotiksandi Pemkab Sumbawa


























































































