Single News

Angkat Legenda Sungai Ai Mangkung, Bupati Jarot Dorong Generasi Muda Rawat Budaya dan Alam

Liputansumbawa.id – Pelestarian alam dan budaya dinilai tidak dapat dipisahkan. Keduanya perlu berjalan beriringan agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup sekaligus mampu menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Festival Ai Mangkung di Kecamatan Buer, Kamis (17/9/2026). Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa dalam kegiatan tersebut.

Bupati Jarot menilai festival yang mengangkat legenda Ai Mangkung memiliki arti penting dalam memperkuat identitas Tau Samawa di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengingat kembali cerita leluhur, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya, termasuk pesan untuk menjaga alam dan sumber air.

“Ini bukan hanya tentang kisah aliran sungai yang memberi kehidupan, tetapi juga tentang bagaimana kita diingatkan bahwa alam dan air harus terus dijaga dan dilestarikan, beriringan dengan pelestarian adat dan budaya leluhur,” ujarnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari yang terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber-sumber air.

Sementara itu, Camat Buer Sri Sastra Dewi, S.Pd., dalam laporannya menjelaskan, Festival Ai Mangkung terinspirasi dari legenda Sungai Ai Mangkung yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat Buer.

Legenda tersebut membawa filosofi air sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pesan itu kemudian diterjemahkan dalam berbagai rangkaian kegiatan festival. Suasana berlangsung semarak dengan atraksi budaya seperti tarian, sakeco, serta penampilan sanggar seni yang mengangkat kisah dan legenda Ai Mangkung.

Bupati Jarot juga menilai festival tersebut menunjukkan bahwa desa memiliki peran penting dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan.

Menurutnya, desa bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi dan kesenian yang dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

Karena itu, Festival Ai Mangkung diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, festival tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali sejarah, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Dengan begitu, pelestarian budaya tidak hanya menjaga cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga alam dan membangun kesadaran generasi masa kini untuk mewariskan lingkungan yang tetap lestari kepada generasi berikutnya.

C/Fb: Prokopim Sumbawa