Liputansumbawa.id—Perayaan HUT ke-78 SMP Negeri 1 Sumbawa Besar, Selasa (15/9/2026), tak sekadar menjadi panggung perayaan usia sekolah. Di hadapan siswa dan orang tua, Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa, Ida Fitria Syafruddin Jarot, S.E., justru menekankan persoalan yang mengancam masa depan generasi muda: narkoba dan pernikahan anak.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-78 SMPN 1 Sumbawa Besar di halaman sekolah.
Bunda Literasi meminta para siswa tidak mudah terjerumus dalam lingkungan yang dapat menghancurkan masa depan. Narkoba dan pernikahan anak menjadi dua hal yang secara khusus ditekankan agar dijauhi sejak dini.
Pesannya tegas bahwa masa depan harus dijaga dengan pilihan yang benar.
Para siswa didorong untuk fokus belajar, membangun karakter, mengejar cita-cita dan tidak membiarkan pergaulan maupun keputusan sesaat mengorbankan masa depan.
Peringatan HUT tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., Kabid Pembinaan SMP Dikbud Sumbawa Junaidi, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite SMPN 1 Sumbawa sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa Jamhur Husain, Kepala SMAN 1 Sumbawa H. Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd., serta ratusan orang tua siswa.
Menariknya, pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui pidato.
Sejak pukul 06.30 WITA, siswa, guru, staf tata usaha dan orang tua mengikuti jalan sehat menyusuri sejumlah ruas protokol Kota Sumbawa Besar.
Usai jalan sehat, siswa bersama guru juga melakukan aksi sosial dengan membagikan telur segar kepada masyarakat di sepanjang rute. Telur diberikan kepada pejalan kaki, tukang ojek hingga petugas penyapu jalan.
Aksi sederhana itu menjadi bagian dari pembelajaran karakter di luar ruang kelas. Siswa tidak hanya diajarkan untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Puncak kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WITA dan dibuka Kepala SMPN 1 Sumbawa Besar, Wisnu Pujanadi, S.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi juga berdialog langsung dengan siswa, menyerahkan bingkisan serta bantuan buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa.
Penguatan karakter kemudian berlanjut melalui program “Satu Jam Bersama Ayah/Ibu.”
Program tersebut mempertemukan siswa dan orang tua dalam kegiatan kreatif di masing-masing kelas. Secara bergantian, siswa bersama ayah atau ibu menampilkan atraksi kolaborasi di hadapan warga sekolah.
Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak. Sebab, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dibentuk dari lingkungan keluarga dan pergaulan sehari-hari.
Di tengah ancaman narkoba dan fenomena pernikahan anak, sekolah dan keluarga dituntut tidak berjalan sendiri-sendiri.
HUT ke-78 SMPN 1 Sumbawa Besar akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa membangun generasi berprestasi harus berjalan beriringan dengan membangun karakter, menjaga pergaulan dan melindungi anak dari keputusan yang dapat memutus masa depan mereka. (LS)


























































































