Single News

Tutup Bupati Open 2026, Wabup Sumbawa Bidik Lahirnya Atlet Bulutangkis Berprestasi

Liputansumbawa.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong pembinaan bulutangkis dilakukan sejak usia dini untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 di GOR Pragas Sumbawa Besar, Minggu malam (13/9/2026).

Wabup Ansori mengapresiasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Sumbawa, panitia, para atlet, serta suporter yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan tersebut sejak hari pertama hingga penutupan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang memadati GOR Pragas menunjukkan bahwa bulutangkis memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kabupaten Sumbawa.

“Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat dan komunitas olahraga bulutangkis di Sumbawa betul-betul kita saksikan malam hari ini. Dari hari pertama sampai terakhir, penontonnya berjubel-jubel,” ujar Wabup.

Tingginya animo tersebut, kata Ansori, menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga sekaligus menemukan bibit-bibit atlet potensial dari Sumbawa.

Pembinaan Tak Bisa Instan

Wabup Ansori mengatakan Pemkab Sumbawa memiliki target jangka panjang untuk melahirkan atlet bulutangkis asal Sumbawa yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Namun, ia menegaskan target tersebut tidak bisa dicapai secara instan. Pembinaan harus dimulai sejak usia dini melalui proses pencarian bakat, seleksi, latihan dan pembinaan secara berkelanjutan, serta memberikan ruang bagi atlet untuk mengikuti berbagai kompetisi.

“Tidak instan untuk mencetak para pemain. Prosesnya cukup panjang. Dari usia dini itu sudah kita kenalkan. Bahkan usia dini, usia SD, usia SMP, kita gembleng, kita mencari bibit yang berbobot,” jelasnya.

Menurutnya, kompetisi seperti Bupati Open menjadi salah satu ruang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus melihat potensi pemain muda yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Selain pembinaan atlet, Ansori juga menilai peningkatan prestasi harus dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.

Ia menyinggung kebutuhan rehabilitasi GOR Pragas, termasuk peningkatan fasilitas tribun sebagaimana disampaikan pengurus PBSI Kabupaten Sumbawa.

Pemerintah daerah, lanjutnya, pada prinsipnya mendukung pengembangan fasilitas olahraga. Namun, setiap pembangunan maupun rehabilitasi tetap harus melalui proses perencanaan dan penganggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati Open Jadi Ruang Penjaringan Atlet

Wabup berharap Bupati Open 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet muda potensial di Kabupaten Sumbawa.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini, ia optimistis akan semakin banyak atlet bulutangkis Sumbawa yang mampu mengukir prestasi dan membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Prosesnya cukup panjang,” menjadi pesan penting dalam pembinaan tersebut. Pemerintah bersama PBSI dan seluruh komunitas olahraga diharapkan terus menjaga kesinambungan pembinaan agar potensi yang muncul dari kompetisi dapat berkembang menjadi prestasi. (Eitorial)

C/Fb: Prokopim Sumbawa