Single News

GOW Sumbawa Dorong Sekolah dan Rumah Jadi Ruang Aman bagi Anak

Liputansumbawa.id – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa mengajak pelajar berani menolak perundungan (bullying) dan kekerasan seksual, termasuk berani berbicara serta meminta pertolongan ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka tidak nyaman.

Pesan tersebut disampaikan Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, saat membuka Sosialisasi Remaja Cerdas Berani Tolak Bullying dan Kekerasan Seksual di Aula Kelurahan Brang Bara, Rabu (9/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Sudarti meminta para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri, tetapi juga berani peduli terhadap teman yang menjadi korban.

“Pulanglah dengan keberanian baru: berani mengatakan tidak pada bullying dan kekerasan, berani membela teman yang menjadi korban, berani bercerita ketika mengalami sesuatu yang tidak nyaman, dan berani meminta pertolongan ketika membutuhkannya,” pesannya.

Menurutnya, bullying dan kekerasan seksual bukan persoalan sepele. Karena itu, anak perlu dibekali pengetahuan dan keberanian agar mampu mengenali tindakan yang tidak pantas, menjaga diri, serta saling melindungi.

Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak menjadi bagian dari perundungan. Termasuk dengan menertawakan korban, ikut menyebarkan konten yang mempermalukan orang lain maupun membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekitar.

Sebaliknya, para pelajar didorong untuk menjadi teman yang mampu memberikan dukungan, melindungi, dan menghargai sesama.

Rumah dan Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Tidak hanya kepada pelajar, Ketua GOW juga mengingatkan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Ia mengajak orang tua dan guru membangun budaya mendengar tanpa menghakimi, sehingga anak tidak merasa takut untuk bercerita ketika mengalami persoalan.

“Pastikan anak-anak kita tahu bahwa rumah dan sekolah adalah tempat yang aman untuk berbicara,” ujarnya.

Menurutnya, keberanian anak untuk bercerita merupakan bagian penting dalam mencegah persoalan berkembang lebih jauh. Karena itu, dukungan dari lingkungan terdekat sangat dibutuhkan.

Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMP/MTs dan SMA/MA. Hadir pula kepala perangkat daerah terkait, pimpinan organisasi wanita, kepala sekolah, guru BK dan guru pendamping, narasumber serta fasilitator.

Ketua GOW Sampaikan Duka atas Musibah Lantung

Sebelum membuka kegiatan, Sudarti turut menyampaikan duka cita atas musibah longsor di kawasan tambang rakyat Desa Lantung, Kecamatan Lantung, pada 5 September 2026.

Musibah tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Ia berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan para korban luka segera mendapatkan pemulihan.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, GOW Kabupaten Sumbawa berharap semakin terbangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga diharapkan mendorong lahirnya generasi yang cerdas, percaya diri, berkarakter, mampu melindungi diri, serta menghargai orang lain. (Editorial)

C/Fb: Kominfotiksandi Pemkab Sumbawa