Liputansumbawa.id–Pemerintah Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, menunjukkan langkah nyata menuju desa sentra buah di wilayah Orong Telu dengan menggelar gerakan penanaman pohon buah di Dusun Tengkelak yang juga melibatkan lingkungan Sekolah Dasar (SD) Tengkelak, pada selasa 28 april 2026.
Sebanyak 162 Kepala Keluarga (KK) turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menanam berbagai jenis pohon buah, seperti kelengkeng, durian, mangga, nangka, sawo, dan rambutan di pekarangan masing-masing.
Kepala Desa Mungkin, Darwin, S.Pd.I, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman ini kita mulai hari ini dan akan terus berlanjut ke depannya. Insya Allah, seluruh dusun dan sekolah yang ada di Desa Mungkin juga akan melaksanakan kegiatan serupa,” ujarnya
Ia menegaskan, penanaman pohon buah tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga memberikan manfaat ekologis.
Selain memberikan keuntungan secara ekonomi, pohon-pohon ini bisa melindungi dari terik matahari, menjaga tanah dari erosi, serta membuat lingkungan sekolah menjadi lebih asri. Ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak tentang pentingnya penghijauan agar alam tetap terjaga.
Ia menyebutkan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa dengan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dalam mendorong pembangunan berbasis lingkungan dan masyarakat.
Melalui gerakan ini, Desa Mungkin optimistis dapat berkembang menjadi salah satu sentra buah di wilayah Orong Telu, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (LS)



























































































