Liputansumbawa.id–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa mulai memetakan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha sebagai dasar penyusunan program pelatihan kerja.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin, SE, mengatakan pihaknya saat ini intensif berkomunikasi dengan berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Komunikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui jenis pekerjaan dan kompetensi tenaga kerja yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.
“Kami ingin pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja,” ujarnya.
Menurut Khaeruddin, selama ini masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya menyusun program pelatihan berbasis kebutuhan industri agar lulusan pelatihan dapat langsung terserap oleh perusahaan.
Meski komunikasi saat ini masih bersifat personal, pihaknya berharap ke depan dapat dibangun kerja sama yang lebih formal dan terstruktur.
“Semakin jelas kebutuhan dunia usaha, semakin mudah bagi kami menyiapkan SDM yang sesuai,” katanya. (LS)



























































































