Liputansumbawa.id—Semangat kemanusiaan mewarnai peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 106 anak mengikuti khitan massal, termasuk dua anak dari umat Nasrani.
Khitan massal tersebut digelar bersama kegiatan donor darah dan pengobatan gratis di Gedung PMI Sumbawa, Kamis (17/9/2026). Kegiatan dibuka langsung Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Ketua PMI Kabupaten Sumbawa Andi Rusni, S.E., M.M.
Ketua PMI Sumbawa Andi Rusni mengatakan, jumlah peserta khitan massal melampaui target awal. Sebanyak 102 anak sebelumnya telah terdaftar, kemudian empat peserta tambahan datang pada hari pelaksanaan.
“Sunat massal kali ini diikuti oleh 102 orang yang mendaftar. Pada hari H datang lagi empat orang menyusul, sehingga totalnya menjadi 106 anak,” kata Andi.
Yang menarik, dari 106 peserta tersebut terdapat dua anak dari umat Nasrani.
Menurut Andi, keikutsertaan peserta lintas agama menjadi gambaran bahwa pelayanan kemanusiaan PMI tidak dibatasi oleh perbedaan agama, suku maupun golongan.
“Semangat kemanusiaan PMI tidak mengenal batas suku, agama dan golongan. PMI hadir untuk memberikan pelayanan kepada siapa saja yang membutuhkan,” tegasnya.
Andi mengatakan, pelayanan kesehatan dan kemanusiaan merupakan bagian dari tugas pokok PMI. Karena itu, kegiatan sosial seperti khitan massal, donor darah hingga pengobatan gratis akan terus dilakukan.
Jumlah penerima manfaat khitan massal juga meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya 50 anak yang dikhitan, tahun ini jumlahnya menembus 106 anak.
“Tahun lalu 50 orang kita khitan. Tahun ini 106 orang. Insya Allah tahun berikutnya tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Di usia PMI yang memasuki 81 tahun, Andi juga mengungkap kiprah organisasi tersebut dalam membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Ia menyebut, sepanjang 2026 PMI Sumbawa telah menyalurkan sekitar 2 juta liter air bersih kepada masyarakat. Penyaluran tersebut telah menjangkau lebih dari 100 desa.
Andi yang mengaku telah mengabdi selama 34 tahun di PMI berharap seluruh kerja kemanusiaan tersebut menjadi amal jariah bagi para relawan dan pihak-pihak yang terlibat.
“Semoga ini menjadi amal jariah bagi semua tim PMI Sumbawa dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat pada umumnya,” harapnya.
Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang selama ini mendukung program PMI.
Salah satunya melalui bantuan pembangunan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI dengan anggaran sekitar Rp300 juta yang direncanakan dibangun tahun ini.
“Terima kasih Pak Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, atas bantuan untuk PMI Sumbawa. Insya Allah ini akan menjadi amal jariah untuk semua yang telah berjasa,” katanya.
Namun, Andi juga menyampaikan kebutuhan lain yang masih mendesak, yakni perbaikan mobil tangki PMI. Kendaraan tersebut saat ini mengalami kerusakan sehingga menghambat distribusi air bersih ke masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu memperbaiki kendaraan tersebut agar pelayanan air bersih kembali berjalan maksimal.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang digelar PMI Sumbawa.
Menurutnya, khitan massal, donor darah dan pengobatan gratis merupakan kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan sosial oleh PMI Sumbawa ini,” ujar Bupati.
Khusus kepada anak-anak peserta khitan massal, Bupati berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang sukses dan mampu mengangkat derajat orang tua.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan.
Bupati juga menegaskan pentingnya keberadaan PMI dalam membantu masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan, donor darah, distribusi air bersih hingga berbagai aksi kemanusiaan lainnya.
“Selama HUT PMI ke-81, jaya selalu dan tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan manfaat untuk masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Bagi PMI Sumbawa, peringatan HUT ke-81 bukan sekadar seremoni. Di tengah masyarakat, kerja kemanusiaan justru diukur dari seberapa jauh bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. (MK).


























































































