Liputansumbawa.id–Musyawarah Daerah (Musda) Forum Kepala Desa dan Kepala Dusun (FK2D) Kabupaten Sumbawa dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Dua nama mulai mencuat dalam bursa calon ketua, yakni Alwan dan Iwan Iskandar Putra yang akrab disapa Iponk.
Keduanya disebut memiliki pengalaman organisasi serta jaringan yang berpotensi menjadi modal dalam perebutan kursi Ketua FK2D Sumbawa periode mendatang.
Alwan dikenal aktif dalam advokasi kebijakan desa. Sementara itu, Gabung alias Iponk dinilai memiliki kedekatan dengan akar rumput dan jaringan kepala desa, khususnya di wilayah Sumbawa bagian barat.
Meski demikian, dinamika pencalonan masih berkembang. Dukungan dari masing-masing kepala desa diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan FK2D ke depan.
Informasi yang dihimpun media ini, Musda kali ini bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menentukan arah perjuangan organisasi dalam mengawal berbagai persoalan strategis desa.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian di antaranya pengelolaan Dana Desa, status perangkat desa, serta penguatan sinergi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
“Musda akhir Oktober. Semua kepala desa akan diundang. Soal kandidat, dinamikanya masih cair. Yang jelas, Alwan dan Iponk menjadi dua nama yang paling banyak dibicarakan saat ini,” ujar Iponk, Jum’at (23/10/2026)
Di tengah dinamika tersebut, Iponk menjadi salah satu figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi. Pengalamannya mencakup organisasi kepemudaan, pemerintahan desa, olahraga, hingga politik.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMANAS, Sekretaris BPD Kalimango, Kecamatan Alas, serta Ketua Persatuan Mahasiswa NTB Yogyakarta.
Selain itu, Iponk pernah menjabat Ketua Komite SDN Pernang, Koordinator Zona Barat PSSI Sumbawa, Sekretaris PSSI Sumbawa, hingga Exco Asprov PSSI NTB. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Partai PKPI Kabupaten Sumbawa.
Saat ini, Iponk masih menjabat sebagai kepala desa. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan organisasinya yang bersentuhan langsung dengan pemerintahan desa dan berbagai elemen masyarakat.
Rekam jejak tersebut menempatkan Iponk sebagai salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam dinamika Musda FK2D Sumbawa. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada proses Musda dan dukungan para pemilik suara.
Sementara itu, panitia Musda masih mematangkan agenda dan tata tertib pemilihan. Seluruh kepala desa diharapkan dapat berpartisipasi dalam forum tersebut.
Musda FK2D Sumbawa diharapkan berlangsung kondusif, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang mampu menjaga kekompakan organisasi serta memperjuangkan kepentingan pemerintahan desa di Kabupaten Sumbawa. (MK)


























































































