Single News

Pelepasan Siswa SDN Bao Desa Berlangsung Khidmat, BPD Soroti Nasib Guru dan Minimnya Fasilitas Sekolah

Liputansumbawa.id–Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan pelepasan siswa SDN Bao Desa, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, yang digelar pada Sabtu (6/6/2026).

Acara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri para wali murid, dewan guru, Pemerintah Desa Bao Desa, tokoh masyarakat, serta unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Ketua BPD Bao Desa, Supratmanto, mengapresiasi kerja keras para guru yang selama ini terus mengabdi mendidik anak-anak di wilayah pegunungan Batulanteh meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Menurutnya, momen pelepasan siswa tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga refleksi bersama terhadap kondisi pendidikan yang masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Alhamdulillah kegiatan pelepasan siswa berjalan lancar dan khidmat. Kami melihat semangat para guru luar biasa dalam mendidik anak-anak. Namun di balik itu, masih banyak persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah,” ujar Supratmanto.
Ia menyoroti kondisi

Kesejahteraan tenaga pendidik non-CPNS yang dinilai masih jauh dari harapan. Padahal, keberadaan mereka sangat penting dalam menunjang proses belajar mengajar, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia.

Selain itu, Supratmanto juga mengungkapkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan di SDN Bao Desa masih belum memadai. Fasilitas olahraga yang tersedia sangat terbatas sehingga belum mampu menunjang pengembangan bakat dan kemampuan siswa secara optimal.

Tidak hanya itu, fasilitas perpustakaan sekolah juga dinilai masih minim.
Ketersediaan buku bacaan dan ruang literasi yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan anak-anak di desa tersebut.

“Kami juga berharap adanya perhatian terhadap kebutuhan kursi dan meja belajar. Saat ini masih sangat kurang dan perlu penambahan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman,” katanya.

Supratmanto berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, sehingga kualitas pendidikan dapat terus meningkat dan tidak tertinggal dibandingkan daerah lainnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan daerah. Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan guru serta penyediaan fasilitas pendidikan yang layak harus menjadi prioritas bersama.

“Anak-anak Batulanteh memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di daerah lain. Mereka hanya membutuhkan kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk berkembang,” pungkasnya. (LS)