Single News

Run The Grove 2026, PT SMM–UNSA Tanam 9.000 Mangrove di Teluk Santong

Liputansumbawa.id–Komitmen pelestarian lingkungan pesisir kembali ditegaskan PT Solusi Masyarakat Mandiri (SMM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Sumbawa Run The Grove 2026. Kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Universitas Samawa (UNSA) dan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

Program tersebut akan dipusatkan di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, dengan agenda utama penanaman 9.000 pohon mangrove pada 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang dinilai prioritas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa.

Selain aksi lingkungan, rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan pada 24 Mei 2026 di Lapangan Pahlawan, Kecamatan Sumbawa. Agenda yang disiapkan meliputi fun run, bazar UMKM, hingga shrimp party dengan 200 kilogram udang. Pada kesempatan tersebut juga akan diserahkan bantuan bagi korban kebakaran di Kalimango, Kecamatan Alas, serta santunan untuk petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas.

Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan UNSA, Dr. Neri Kautsari, S.Pi., M.Si., mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Ia menjelaskan, penentuan Teluk Santong sebagai lokasi penanaman merupakan rekomendasi DLH karena masuk dalam wilayah prioritas rehabilitasi mangrove.

Sebelumnya, PT SMM telah melakukan kegiatan serupa di wilayah Sumbawa bagian barat.
“Sekarang kita dorong ke wilayah timur yang juga membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan ini juga dibuka kesempatan untuk berpartisipasi. Informasi pendaftaran telah disebarkan melalui media sosial, dan peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi.

CEO PT SMM, Yar Rahman, menyampaikan bahwa program ini telah berjalan sejak 2023 dan tahun 2026 menjadi pelaksanaan keempat. Hingga kini, total mangrove yang telah ditanam mencapai sekitar 40.000 pohon melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UNSA dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Kami ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha, termasuk sektor tambak udang, memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem,” tegasnya.

Menurutnya, keberlanjutan usaha tambak sangat bergantung pada kesehatan lingkungan pesisir. Karena itu, pihaknya ingin mendorong praktik usaha yang sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, PT SMM bersama UNSA berharap kolaborasi multipihak dapat terus diperkuat dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (LS)