Single News

Sekretaris Bapperida:”Rp50 Juta itu Adalah Biaya Pembuatan Kartu KSP”

Liputansumbawa.id–Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berjalan. Hingga Juni 2026, sebanyak 444 mahasiswa telah tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa Dwi Rahayu Ratih Wulandari, menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp50 juta yang tercantum dalam laporan capaian program prioritas bukan merupakan total nilai beasiswa yang diterima mahasiswa.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan khusus untuk pembuatan kartu KSP yang menjadi identitas resmi bagi mahasiswa penerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

“Rp50 juta itu adalah biaya pembuatan kartu KSP yang saat ini diperuntukkan bagi 444 mahasiswa penerima manfaat,” jelasnya Liputansumbawa.id, Rabu (24/6/2026).

Ia menerangkan, kartu tersebut berfungsi sebagai bukti atau tanda bahwa mahasiswa yang bersangkutan merupakan penerima program beasiswa daerah.

“Kartu ini menjadi identitas atau penanda bahwa mahasiswa tersebut mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Dwi menegaskan, besaran beasiswa yang diterima mahasiswa tidak sama untuk setiap penerima. Nilainya disesuaikan dengan kategori dan ketentuan yang berlaku dalam program bantuan pendidikan tersebut.

“Besaran beasiswanya berbeda-beda, tidak sama untuk semua mahasiswa penerima,” katanya.

Program Kartu Sumbawa Pintar merupakan salah satu instrumen Pemkab Sumbawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi. Selain memudahkan pendataan penerima bantuan, keberadaan kartu tersebut juga diharapkan memperkuat tata kelola program beasiswa agar lebih tertib dan tepat sasaran.

Data Bapperida menunjukkan, hingga pertengahan tahun 2026 sebanyak 444 mahasiswa telah masuk dalam skema penerima manfaat KSP. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya generasi muda Sumbawa yang memiliki daya saing dan kesempatan lebih luas dalam mengenyam pendidikan tinggi.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa asal Sumbawa yang memperoleh dukungan pendidikan melalui skema beasiswa daerah. (Mk)