Liputansumbawa.id–Suasana Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, berubah menjadi lautan warna dan semangat kebersamaan. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-378 Desa Semamung, Sabtu (1/8/2026).
Perayaan kali ini menjadi catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya, Harlah Desa Semamung diperingati secara resmi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Momentum tersebut diawali dengan pawai budaya yang diikuti perwakilan setiap RT se-Desa Semamung, menghadirkan ragam busana adat, seni budaya, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Tana Samawa.
Tak hanya itu, kemeriahan juga terasa di kawasan bazar kuliner tradisional. Beragam makanan khas Sumbawa disajikan oleh pelaku UMKM Desa Semamung, menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Pengunjung tampak memadati setiap stan untuk menikmati cita rasa kuliner lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Semamung, Rudi Mustaid, mengatakan peringatan Harlah ke-378 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang desa sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam membangun Semamung yang lebih maju.
Menurutnya, antusiasme warga yang begitu tinggi menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap desa dan budayanya.
“Ini adalah Harlah pertama yang kita laksanakan. Alhamdulillah, seluruh masyarakat menyambutnya dengan penuh semangat. Kebersamaan seperti inilah yang ingin terus kita rawat sebagai modal membangun Desa Semamung,” ujarnya.
Di penghujung sambutannya, Rudi Mustaid menyampaikan Pangajum Semamung, sebuah pesan yang sarat makna sebagai pengingat nilai-nilai kehidupan dan persatuan bagi seluruh masyarakat.
Senap ai buin nunuk
Eras parate komong diri
Mear mampis sasir gili
Adab ke edap ya junyung
Metanang ya tu kalupa
Umer telu rates pitu balu
Ngaro gama tu pariri
Guar ate saling satingi
Rangkaian kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Semamung yang mampu mengemas peringatan HUT RI dan Harlah desa menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi agenda yang mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan rasa cinta terhadap desa, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perayaan Harlah ke-378 Desa Semamung menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan budaya, merawat persatuan, dan melibatkan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan.
Di tengah gemuruh pawai budaya dan ramainya bazar kuliner tradisional, Semamung menunjukkan bahwa tradisi dan semangat gotong royong tetap hidup, diwariskan dari generasi ke generasi. (MK)


























































































