Single News

Mahasiswa Tagih Realisasi 12 Program Unggulan, Wabup Tegaskan Bukan Sekadar Janji Politik

Liputansumbawa.id–Aliansi Gerakan Revolusi Demokrasi yang terdiri dari HMI, GMNI dan BEM Unsa menagih realisasi 12 Program Unggulan Jarot-Ansori yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan di tengah masyarakat.

Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (25/6/2026), mahasiswa mempertanyakan sejumlah program yang dianggap masih sebatas narasi kampanye.

Salah satu yang disorot adalah Kartu Sumbawa Pintar (KSP) yang disebut belum dirasakan manfaatnya secara luas oleh pelajar dan mahasiswa.
Menanggapi kritik tersebut,

Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori menegaskan bahwa 12 program unggulan merupakan janji politik yang wajib ditunaikan pemerintah daerah.

“Kami juga miris kalau janji tidak ditunaikan. Janji adalah utang, bukan hanya ditagih di dunia tetapi juga di akhirat,” tegas Ansori.

Ia meminta mahasiswa terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurut Ansori, sejumlah program mulai menunjukkan progres, di antaranya penyediaan sumber air pertanian melalui sumur bor dan jaringan perpipaan yang mendukung peningkatan produktivitas petani.

Selain itu, Pemkab Sumbawa juga tengah melakukan pembaruan data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selama ini baru sekitar 50 persen yang terdata. Jika diperbarui secara menyeluruh, potensi PAD bisa meningkat signifikan,” jelasnya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mengklaim telah mengidentifikasi kebutuhan perbaikan jalan dan jembatan serta memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Sementara untuk program tenaga kerja mandiri, Pemkab disebut telah menjalankan pelatihan kerja, bantuan UMKM, kelompok usaha bersama hingga kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

“Memang belum semua dapat diwujudkan. Tahun pertama ini adalah fase meletakkan fondasi agar program-program tersebut bisa berjalan berkelanjutan,” ujar Ansori.

Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal realisasi 12 program unggulan tersebut agar benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Sumbawa. (Mk)