Single News

Jalan Penghubung Perate-Samapuin Rusak, Wabup Instruksikan Segera Diperbaiki

Liputansumbawa.id–Keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Kota Sumbawa menuju Perate, Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, langsung mendapat perhatian Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.

Usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbawa, Kamis (13/8/2026), Wabup Ansori turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbawa Muhammad Sofyan Largo, ST, Camat Sumbawa Ardiansyah, S.Sos., serta Lurah Samapuin Ongky Saputra, S.STP., Ansori melihat langsung kondisi ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dari hasil peninjauan, kerusakan ditemukan pada ruas sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi jalan yang berlubang dinilai cukup mengganggu aktivitas warga yang menggunakan akses tersebut setiap hari.

Tak ingin persoalan berlarut, Ansori langsung meminta Dinas PUPR mengambil langkah penanganan.

“Harus segera diperbaiki,” tegas Ansori di lokasi.

Ia memastikan perbaikan jalan tersebut akan direalisasikan tahun ini. Dinas PUPR diminta menyiapkan anggaran agar pekerjaan dapat mulai dilakukan bulan depan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Ansori menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada ruas Perate-Samapuin. Sejumlah jalan ranting dan jalan penghubung antarkawasan yang kondisinya belum mantap juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, ruas-ruas jalan tersebut akan diinventarisasi dan dibawa dalam pembahasan dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.

“Ranting-ranting jalan ini yang akan menjadi bahan untuk kami bawa ke pusat. Kemarin kami sudah menyampaikan hal ini kepada Deputi IV KSP,” ujarnya.

Pemkab Sumbawa, kata Ansori, terus berupaya membuka peluang agar penanganan infrastruktur jalan di daerah dapat masuk dalam program pemerintah pusat.

Ia menyebut pemerintah daerah bersama dinas teknis telah melakukan pendataan terhadap sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Prioritas akan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan, kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.

“Kita akan sentuh jalan-jalan ranting yang sekarang masih berlubang dan belum bisa dikatakan mantap. Ini menjadi salah satu fokus kami,” katanya.

Ansori tidak menampik bahwa kemampuan APBD memiliki keterbatasan. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga aktif mencari peluang pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Kita sesuaikan dengan anggaran yang ada. Tetapi peluang dari pusat melalui program revitalisasi jalan yang nilainya Rp100 miliar per tahun ini akan terus kita jemput. Kita perlu terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

Menurut Ansori, dukungan tersebut penting untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Sumbawa. Jalan yang mantap dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Harapan kita, Sumbawa ke depan menjadi daerah yang jalan-jalannya semakin mantap. Ini bagian dari komitmen pemerintahan Jarot-Ansori untuk membangun Sumbawa yang unggul dan maju,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Ansori mengatakan pemerintah juga terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan program Jumat Berkah dan penyaluran bantuan kebutuhan pokok yang selama ini juga mendapat dukungan dari gaji pribadinya sebagai Wakil Bupati Sumbawa.

Bagi Ansori, berbagai evaluasi dan pengalaman yang telah dilalui menjadi bagian dari proses untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini menjadi hikmah bagi kita untuk lebih giat lagi bagaimana membangun dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (Mk)