Single News

Tambang Beroperasi, Jalan Masih Rusak: Ansori Tagih Tanggung Jawab Perusahaan

Liputansumbawa.id–Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, kembali menyoroti kondisi infrastruktur di kawasan lingkar tambang. Ia mengaku geram melihat sejumlah ruas jalan yang masih dipenuhi lubang, sementara aktivitas pertambangan terus berjalan dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Ansori menegaskan, keberadaan perusahaan tambang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), menurutnya, jangan berhenti sebagai jargon, tetapi harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Terutama di lingkar tambang, untuk CSR ini tolong betul-betul diperhatikan. Saya lihat, masa di lingkar tambang jalannya masih lubang-lubang,” tegas Ansori kepada wartawan usai menghadiri agenda paripurna di DPRD Sumbawa, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, aktivitas pertambangan tidak boleh hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan perusahaan. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional tambang juga harus ikut merasakan dampak positif dari keberadaan industri tersebut.

“Kalau ada masyarakat di lingkar tambang masih menderita, berarti tambangnya tidak bermanfaat bagi rakyat. Untuk bermanfaat, masyarakat di sekitarnya harus ikut merasakan,” ujarnya.

Ansori menilai, akan menjadi ironi apabila daerah yang menjadi lokasi aktivitas pertambangan justru masih menghadapi persoalan mendasar, seperti kerusakan jalan dan keterbatasan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta para pemegang izin pertambangan agar lebih serius menjalankan tanggung jawab sosialnya, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Tidak ada gunanya tambang kalau masyarakat di sekitarnya masih tertinggal dan jalan-jalannya rusak,” tegasnya.

Wabup juga menekankan bahwa pembangunan Sumbawa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan harus mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah.

“Intinya ini untuk kita semuanya, untuk anak Sumbawa. Pemerintah berusaha, para stakeholder yang lain mari kita berusaha bagaimana Sumbawa menjadi unggul, maju dan sejahtera,” katanya.

Ansori berharap keberadaan investasi dan aktivitas pertambangan di Sumbawa benar-benar mampu menciptakan multiplier effect bagi masyarakat, bukan sekadar mengambil sumber daya alam tanpa meninggalkan manfaat yang sepadan bagi daerah. (Mk)