Liputansumbawa.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot bersama rombongan mengunjungi Posyandu Flamboyan di Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu.
Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, kepala OPD terkait, Camat Sumbawa, lurah, hingga kader posyandu.
Dalam keterangannya, Hj. Ida menegaskan dua hal penting yang menjadi perhatian utama dalam penguatan Posyandu di Kabupaten Sumbawa. Pertama, seluruh administrasi dan pendataan harus dilengkapi agar data yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.
“Kita berharap yang pertama, semua administrasi dilengkapi sehingga data-data yang kita peroleh bisa real sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.
Selain validitas data, Hj. Ida juga meminta seluruh kader tetap semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Kemudian yang kedua, kita tetap memberi semangat kepada semua kader untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat yang ada di sekitar,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan makanan tambahan dari Dinas Sosial kepada keluarga berisiko stunting di Kelurahan Brangbiji yang menjadi salah satu lokus stunting di Kabupaten Sumbawa.
“Tadi ada penyerahan berupa makanan. Bantuan dari Dinsos untuk keluarga berisiko stunting karena memang Kelurahan Brangbiji Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa itu merupakan salah satu lokus stunting,” jelasnya.
Menurut Hj. Ida, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor, baik pemerintah daerah, masyarakat maupun sektor swasta. Seluruh pihak disebut memiliki tanggung jawab bersama untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa.
“Harapan kita ke depan kolaborasi bersama-sama bisa mengurangi stunting yang ada di Kabupaten Sumbawa. Itu yang menjadi tugas utama kita saat ini bersama pemerintah daerah dan semua OPD pengampu 6 SPM,” katanya.
Usai mengunjungi Posyandu Flamboyan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu di Aula Kantor Kelurahan Brangbiji. Workshop tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas kader terkait tugas dan fungsi Posyandu.
“Workshop ini lebih kepada penguatan terhadap kader-kader posyandu mengenai tugas dan fungsi dari kader,” ungkap Hj. Ida.
Ia juga menyampaikan berbagai hasil Rakernas Posyandu yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta kepada para peserta workshop, agar para kader memahami strategi dan implementasinya di tengah masyarakat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Jaya Kusuma saat membuka Kick Off Workshop Tim Pembina Posyandu menegaskan bahwa Posyandu kini mengalami transformasi besar sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, namun juga menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan yang wajib melayani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum hingga sosial.
“Posyandu harus tahu data anak putus sekolah, rumah tidak layak huni, keluarga rentan, lansia terlantar, sanitasi buruk hingga kekerasan perempuan dan anak. Fungsinya jadi pusat informasi, edukasi dan gotong royong,” ujarnya.
Ia menambahkan, Posyandu kini memiliki posisi strategis setara dengan LPM, RT/RW, PKK dan Karang Taruna dalam perencanaan pembangunan desa.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong penguatan Posyandu melalui regulasi, pembentukan tim pembina, pelatihan kader, integrasi lintas OPD hingga digitalisasi data.
“Semua dinas wajib terlibat, tidak bisa jalan sendiri,” tegasnya.
Jaya Kusuma juga mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperkuat sistem dan pelatihan bagi kader agar pelayanan semakin optimal.
Selain itu, kegiatan Posyandu juga diminta aktif dipublikasikan melalui media sosial dalam rangka menyemarakkan Hari Posyandu Nasional 2026 agar kerja keras para kader mendapat perhatian dan apresiasi publik.
Usai pelaksanaan workshop di empat kecamatan dan pembinaan di delapan kecamatan, pemerintah daerah berharap kelembagaan Posyandu semakin tertata, enam SPM berjalan optimal, data semakin akurat dan manfaat Posyandu benar-benar dirasakan masyarakat.
“Posyandu Kuat, Masyarakat Sejahtera, Kabupaten Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera,” tutupnya. (Editorial)



























































































